Gustaf menghampiri Soni yang asyik membaca buku di salah satu ruangan kantor di mana mereka bekerja.
“ Bang Soni, kalau boleh tanya apa-apa saja kegiatan abang selama satu Minggu?” selidik Gustaf seperti seorang wartawan.
“Padat Gus! Pagi setelah bangun tidur mandi, serapan, pergi ke kantor, pertemuan, baca buku, menulis berita di sebuah majalah, di depan komputer, merokok, menjemput ibu, kadang-kadang menemani papa meninjau sekolahnya, malamnya baca buku, nonton, di depan komputer, dll.” Jawab Soni dengan bangga.
“Kapan waktu olah raga atau refreshing ?”
“Waduh Gus, di jaman modern ini, kita tidak boleh menyia-siakan waktu. Olah raga, rekreasi, atau refreshing itu pekerjaan yang menyia-siakan waktu. Tanpa itu semua aku bisa sehat kok. Setiap hari bisa ngantor.” Jawabnya mantap seperti penasihat.
Seminggu kemudian,
Gustaf menjenguk Soni yang tergeletak lemah di unit no. 7 Rumah Sakit Mulia. Soni mengalami sakit yang tak terdeteksi.
“Banyak orang yang tahu tetapi tidak sadar. Kita tahu bahwa untuk menjaga kesehatan kita perlu berolah raga, tetapi kita tetap tidak berolah raga.” (Arvan Pradiansyah)
Kita tahu bahwa merokok itu berbahaya, tetapi kita tetap merokok.
hehee…nice posting sob…
oh ya….., trims ya tas kunjungannya!
nice posting sob
jadi masih mau merokok kawan…………….heheh
semoga sembuh y kawanmu
salam dalam kehangatannya aku
makasih saudaraku, mudah2an saudara2 kita sembuh dari kecanduan merokok. baya dong bagi dirisendiri, orang lain dan alam, pokoknya rugi!
ya..benar mas….saya sering itu.saya perokok dan saya sadar kalo itu tidak sehat untuk badan,tapi susah untuk berhenti
apakah ini termasuk tema ya…
salam adem tentrem
hai, saudaraku! memang sulit tuk berhenti dari rokok kalau udah sempat candu. tapi kalau dijalankan dengan disiplin, pasti bisa. pokoknya saudara udah nyadar kalau merokok itu gak sehat. nah selanjutnya tinggal mengatakan “saya bisa berhenti dari rokok!”. org yg tdk merokok byk keuntungannya: sehat, hemat uang, disenangi orang lain (cewek), bisa masuk kepada semua kalangan. selamat mencoba!