Sepulang dari kantor, Bagus berangkat ke SD St. Fransiskus Asisi Untuk menjemput putri bungsunya. Kegiatan ini sudah dilakoninya semenjak anak sulungnya sekolah di sana.
Benar, bahwa Sela sudah siap memasuki BMW hitam yang selalu dibawa ayahnya untuk menjemputnya
Jarak sekolah ke rumah mereka kira-kira 6 km. jalurnya harus melewati kota yang bising dan kerap macet.
“Pap…, Papa… tunggu sebentar, Sela mau turun.” Sela turun dari mobil kesayangan Bagus. Ia berlari ke arah anak kecil sembari mengambil sesuatu dari tasnya dan memberikannya kepada anak kecil itu.
Dari jauh Bagus mengamati tindakan putrinya yang manis. “Mungkin anak kecil itu masih sebaya dengan Sela.” Bisiknya dalam hati.
“Dia senyum padaku Papa.” Ungkap Sela penuh bahagia.
“Apa yang kauberikan itu Sela?” Tanya Bagus pura-pura tidak tahu.
“Papa! Tadi mama memberi uang jajanku Rp.5000. Kubelanjakan Rp.2000 bersama dengan teman-temanku. Sisanya Rp.3000., Rp.1000 untuk kutabung dan Rp.2000 lagi untuk mereka yang sungguh membutuhkannya. Kebetulan kita lewat dan melihat pengamen. Mereka kan temanku juga Pap!”
Bagus tersenyum. Permenungan yang sangat berharga diterimanya lewat putri bungsunya. “Sela masih kecil sudah tahu beramal,” bisiknya dalam hati dengan penuh kebanggaan.
“Kebahagiaan akan mengejar mereka yang memberikan kebahagiaan kepada orang lain.” (Darmo Raharjo).