Aku Mau Menulis Tentangmu

Aku mau menulis tentangmu

Tapi tak pakai permisi

Aku mengagumi langkah kakimu

Bisa saja salib emas keluar dari mulutmu

Dan cahaya wajahmu memancarkan kemanisanmu

Di mana diriku yang lama membeku

Menyuarakan bunyi yang parau

Ah, jarak kita jauh tak ketemu

Aku mau menulis tentangmu

Ah, katanya kamu tidak waras

Dilempari dengan Lumpur, ditertawakan dengan keras

Namun kamu sabar seakan bisu dan tuli

Dan berlari menjadi kurban yang harum mewangi

Mengejar putri cintakasih yang suci,

Dan saudari kerendahan hati

Di mana diriku yang menamakan diri,

Pengikut putri kerendahan hati

Ah, hidupku tak berarti

Dibanding hidupmu yang suci

Aku mau menulis tentangmu

Aku tahu kau trubadur, penyanyi

Melagukan anugerah suci

Dan kembang-kembang mawar terpancar di wajahmu

Bintang-bintang kemuliaan ada di matamu

Salju-salju abadi bersinar di tubuhmu

Dan akhirnya semua lorong dilalui kakimu

Berjalan di keramik aku jatuh

Tak memandang lebih jauh

Mencari-Nya letih tubuh

Aku mau menulis tentangmu

Biarpun misteri sengsara merobekmu,

Menendang sampai kelubuk hatimu

Namun kau tetap bermuka riang

Menirukan Sang penyayang

Cahaya api yang dikaburkan dosa tetap bercahaya dalam hidupmu

Walau bibirmu disentuh dengan batu arang berpijar

Kau tetap tegar

Ah, memang aku mudah layu

Histeria hidup mengoyak pilu

Menunjukkan wajah yang selalu ragu

Aku mau menulis tentangmu

Walau hatimu tercurah pada keriangan

Kau berani meninggalkan kenikmatan daging

Yang pahit jadi manis

Kau berdiri telanjang menudung si miskin

Matamu berlinang memandang salib

Dan mendapakan hiburan rohani yang melimpah

Tiada berharganya aku di hadapanmu

Aku malu mata beradu

Aku mau menulis tentangmu

Kini, beribu pengikutmu

Mencari jejak kakimu

Namun jaman makin beradu

Tak seorang sesaleh kamu

Aku tidak bisa menyayikan matahari

Menjamah saudara maut

Membungkuk melihat nyata

Ah, tiada gunaku berteriak pada batu yang risih melihatmu

Tidur di bawah atapang lain

Menadah tangan menjemput harapan

Aku takut kedinginan

Bila punggungku tak berbaju

Aku takut kepanasan

Bila telapak tak bersepatu

Akhirnya semua lorong dilalui kakimu

Tentang lasnersiregar

aku adalah aku yang diakukan oleh aku yang lain Terimakasih bagi semua yang berkenan menerima saya menulis sesuatu di blog ini. Saya mau membagikan sedikit permenungan-pemenungan sehari-hari yang bisa menggugah hati, sekurang-kurangnya hatiku sendiri. Saya tidak pandai berkata-kata, tetapi saya mau mencoba lebih lagi. Salam sejahtera bagi kita semua.
Pos ini dipublikasikan di puisi. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Aku Mau Menulis Tentangmu

  1. lasnersiregar berkata:

    emangnya knapa bro… iri yah? fb kan udah kuno, lagian aksesnya dikit. blog tuh pewartaan yg meluas, bukan cuman sahabatkita yg baca tapi smuaaaaaaaaaaaa. publikasi tulisan2 Q, kan gak ada yg ngelarang. hehehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s