Di Gunung La Verna

Dari jauh ia merintih,

mengibaskan debu duniawi tanpa letih,

mencari tempat sunyi,

‘tuk berbagi cinta dan kontemplasi.

Di Gunung La Verna,

lambungnya ditembusi pedang

perih, serasa disayat-sayat.

Tapi semuanya dihadapi dengan cinta yang bernyala.

Malah ia dicurahi kemanisan,

kesedapan dengan lebih bertumpah ruah.

Dibakar dengan nyala api,

yang dikobarkan keinginan surgawi,

merasakan curahan yang lebih berkelimpahan.

Rasanya ia lelah, tapi menyejukkan nyala api.

Rasanya ia puasa, tapi menyejukkan kobaran obor.

Ah, semuanya disimpannya dalam hati.

Nyala api itu tak kunjung padam,

malah menjadi obor,

api yang menyala-nyala.

Bahkan air tidak dapat memadamkannya.

Hei…memang ia.

Ia adalah Satria yang bernyala-nyala.

Hatinya diliputi suka cita dan duka cita.

Pedang duka cita menembusnya dengan belas lasihan.

di tangan dan kakinya nampak tanda-tanda paku,

lambungnya seakan-akan meneteskan tetes-tetes darah,

darah suci yang menguduskan cawat dan jubahnya

Ah, semuanya disimpannya dalm hati.

Hanya seorang Bonaventura yang berkata:

“Ayo, satria Kristus yang gagah berani,

bawalah kelengkapan senjata panglima yang tak terkalahkan.

Bawalah panji Raja yang maha tinggi,

bawa juga materi Imam Agung.

maka perkataan dan perbuatannmu diterima setiap orang penuh suka cita.”

Fransiskus menjawab:

“Saya mohon tetes-tetes darah menyelimuti KETAATANKU

Saya mohon bulir-bulir jumbai menutupi KEMURNIANKU

Saya mohon kandang-kandang menjaring KEMISKINANKU.”

Tentang lasnersiregar

aku adalah aku yang diakukan oleh aku yang lain Terimakasih bagi semua yang berkenan menerima saya menulis sesuatu di blog ini. Saya mau membagikan sedikit permenungan-pemenungan sehari-hari yang bisa menggugah hati, sekurang-kurangnya hatiku sendiri. Saya tidak pandai berkata-kata, tetapi saya mau mencoba lebih lagi. Salam sejahtera bagi kita semua.
Pos ini dipublikasikan di puisi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s